Selasa, 30 Juni 2009
Sisi Koin Manakah yang Dominan?
Selasa, 19 Mei 2009
Merenung Vs Melamun

Dosenku pernah bertanya seperti ini, “What is the difference between daydream and contemplation?”
Kalo menurutku waktu itu si kedua-duanya hampir gak bisa dibedakan. Ataupun kalo ada perbedaan, terletak pada tujuan. Kalo daydream (pelamunan) atau aktivitasnya disebut melamun itu tujuannya gak jelas, pikiran masih kemana-mana. Contohnya, pas masih di kelas, kita nglamunin apa makan siang nanti atau mau kemana abis kelas ini selesai, pindah lagi nglamunin enaknya tidur pas kuliah siang-siang bolong (yang ini bukan pengalaman pribadi). Sedangkan contemplation (perenungan) atau aktivitasnya disebut merenung tujuannya lebih spesifik. Misalnya merenungkan masa depan, merenungkan tentang diri kita dan sebagainya.
Dosen tadi menjawab, “Daydream and contemplation are almost similar. Both of them are difficult to distinguish.” Nah loe, trus???
Dan masih kata dosen tadi, kalo secara fisik (dari luar), aktivitas melamun dan merenung gak bisa dibedakan. Yang tau ya pelakunya sendiri, sebenernya dia tu lagi nglamun atau merenung?
Ngomong-ngomong, pernahkah kita menghitung (kalo Anda termasuk orang yang kurang kerjaan) berapa jam dalam sehari kita melamun? Kesempatan untuk melamun itu datang waktu ada jeda antara satu aktivitas ke aktivitas lain, atau pas kita lagi nungguin sesuatu, atau pas kita lagi istirahat, atau mau tidur, dsb. Karena tujuan melamun tu gak jelas, jadi apa yang dilamunin juga gak spesifik, tergantung kejadian atau keinginan yang kita simpan saat itu. Padahal, kalo mau lebih mengontrol diri, aktivitas melamun tadi bisa dialihkan menjadi “merenung”.
Kalo penulis si, waktu paling asik buat merenung ya pas di atas motor. Hehe.. maklum, sebagai seorang komuter, pulang pergi membutuhkan waktu lama. Sedangkan, di jalan gak mungkin donk nglakuin aktivitas lain yang pake tangan? Minimal otak yang beraktivitas. Yah, jadilah aku seorang “perenung jalanan” alias orang yang hobi merenung di atas jalan. Bayangin aja, pulang pergi bisa makan waktu kurang lebih satu setengah jam. Kan lumayan buat cari inspirasi, terutama buat ngisi blog ini.. Hehehe..
Selasa, 05 Mei 2009
Cinderella Boy
O ya, ada kejadian lucu abis kuliah. Ceritanya, setelah anak-anak berhamburan keluar kelas, masih ada beberapa anak yang tinggal buat nanya-nanya ke dosen tentang materi yang diajarkan tadi di kelas. Nah, salah satu temen bernama Tegar kliatan clingak-clinguk nyari sesuatu. “Ngapain?” tanya beberapa temen yang liat dia lagi kebingungan. “Sepatuku koq gak ada?” jawabnya dalam bahasa Jawa. Temenku yang liat dia make satu sepatu (yang satu kaki lagi cuma make kaos kaki doank), langsung ngakak histeris.
“Lha koq iso?”
“Cari dulu. Kalo toh dicuri, masa satu doank?”
“Lagian ngapain si nyopot sepatu di kelas?”
“Wah, jangan-jangan ada yang mau melet nih.” (Soalnya di barisan Tegar rata-rata mahasiswa cewe)
Begitu komentar temen-temen sambil bantuin nyari sepatu Tegar. Gak masuk akal banget menurutku. Masa sepatu bisa lenyap gitu aja? Pasti kerjaan temen yang iseng. Ato jangan-jangan di kelas ini ada yang nunggu. Ha??!!!
Setelah hampir setengah jam mencari dan dosen masih di kelas (tanpa peduli-karena emang gak tau kale-kalo ada yang kehilangan sepatu) akhirnya temen-temen kasi saran ke Tegar buat pinjem sandal aja. Dan meminta dia mengikhlaskan sepatunya. Diapun setuju.
Setelah hampir keluar ruangan, tiba-tiba mataku tertuju pada seonggok barang di pojok depan kelas. Setelah kucermati, aku sontak teriak. “Lah bukannya itu sepatunya”
“Waa, he’eh ik!” tegar girang bukan main. Temen yang lain masih ketawa ketiwi aja.
“Huh, mata udah gak beres semua” celetukku.
Tapi aneh juga si, masa dari tadi sebuah barang dicari ma banyak orang gak ketemu-ketemu. Haha, never mind lah. Yang penting Tegar udah nemuin sepatunya lagi, and gak jadi nyeker pulang kos. Dasar, Cinderella Boy
Kamis, 30 April 2009
Kupu-kupu
Yakinlah, sahabat... jika diri kita pasti memiliki potensi yang tersembunyi. Tugas kitalah untuk mencarinya. Bahkan jangka waktunya cukup panjang. Yakni, seumur hidup kita. Mau tau caranya agar seekor kupu-kupu bisa melihat sayapnya? Sederhana sebenarnya. Ia tinggal pergi mencari permukaan air, untuk berkaca, agar ia bisa melihat seindah apa sayap yang dimiliki. Manusia pun bisa "berkaca", kan? Tapi yang perlu digarisbawahi, seindah dan sehebat apapun kelebihan diri kita, semua itu hanyalah titipan semata...
Meninggal Kehausan karena Lebih Mengutamakan Saudaranya*
Message: Sangat banyak kisah mengenai sifat itsar para sahabat yang tertulis dalam kitab-kitab hadits. Walaupun dirinya sendiri sedang dalam sekarat dan kehausan sehingga dalam keadaan seperti itu tentu sangat sulit untuk memperhatikan orang lain, ia tetap mendahulukan kepentingan orang lain yang juga berada dalam kesulitan. Allah tentu melimpahkan kasih sayang dan kemuliaan kepada mereka, karena kasih sayang mereka dicurahkan dengan mengorbankan nyawa mereka sendiri.
*diambil dari “Kisah Teladan Rasulullah SAW dan Para Sahabat r.a.” oleh Maulana Muhammad Zakariyya (2006)
Rabu, 29 April 2009
Really Hectic Study
Gak nyadar, ternyata udah hampir mendekati ajal (?!). Hehehe, maksudnya kelulusan. So, target semester ini proposal skripsi musti udah goal. Liburan ikut KKN. Semester depan PPL and nyelesain skripsi. Kalo bisa si awal taon depan bisa ikut wisuda. Hhhhhhhh, musti maraton ni...!
Senin, 27 April 2009
KKN yang Aneeeeeeeeh
1. Info mendadak, hanya beberapa hari sebelum pendaftaran.
2. Waktu pendaftaran online nd pengembalian formulir gak logis.
3. Tenggat waktu pembayaran sangat pendek.
4. Sosialisasi kurang.
5. Mau daftar aja gak bisa!!!!!!
Pas di berita, ketentuannya gak sama dengan kenyataan. Di situ gak ada syarat kalo minimal SKS yang udah diambil adalah 110, tapi "Mahasiswa Semester VI (enam) ke atas, dibuktikan dengan KRS dan Rekap hasil studi". Logikanya kalo semester 6, SKS yang udah direcord ya cuma sampai semester 5 doank. Itupun gak ada yang udah nyampe 110, emangnya tiap semester kita ambil full (24) SKS???????????????? SILLY
Liat aja, besok pasti udah heboh di kampus. Guys, it's sooooo annoying. Arrgggggghhhhhhhhhhhhhhhh
Sabtu, 25 April 2009
Berjuta Bahasa Cinta

Dulu semasa masih keranjingan chatting di salah satu chatroom mig33, ada salah satu chatter bertanya kaya’ gini, “What is the best language in the world?” Chatters lain menjawab kalo bahasa yang paling bagus adalah bahasa negara asal mereka masing-masing. Yang dari
Ngomong-ngomong tentang bahasa terbaik, sebenernya gak ada bahasa yang paling baik di dunia. Menurut ilmu yang pernah didapet pas kuliah Introduction to Linguistics, tiap bahasa itu punya tingkat kerumitannya masing-masing. Gak ada bahasa yang paling simple ato paliiiiiing rumit. Bahkan bahasa yang dipakai masyarakat pedalaman nan jauh disana juga rumit. Tiap bahasa itu rumit euy! Jadi gak bisa tuh suatu negara mengklaim kalo bahasanya the best sedunia.
Sampai kemudian seorang teman yang dari Prancis menjawab kalo bahasa yang paling bagus dan indah adalah bahasa cinta. Yup, the best language is the language of love. Bahasa paling universal yang dewasa ini udah jarang orang yang nguasainnya.
Kalo gak salah, dalam tulisan Gus Mus yang pernah dimuat di Jawa Pos, bangsa ini udah lupa ma yang namanya cinta. Lihat aja, kekerasan dimana-mana dan hampir semua hal ujung-ujungnya violence. Itu salah satu bukti kalo rasa cinta antar umat manusia udah mulai terkikis di negeri ini.
Jadi kembali ke language of love tadi. Mudah-mudahan gak akan susah mempelajarinya. Kuncinya yang pertama yaitu buka mata. Cobalah lihat dunia dengan berbagai sudut pandang yang berbeda. Bahwa tiap hal itu memiliki detail yang sering tidak kita sadari. Yang kedua, buka hati. Jadilah orang yang peka terhadap sesama, terhadap sekitar dan apapun yang ada di sekeliling kita.
Nah setelah kunci kita dapet, sama seperti tahapan seseorang menguasai bahasa, skill yang pertama harus kita latih adalah listening. Belajar mendengarkan orang lain, dengan begitu kita akan mengambil hikmah dari perkataan orang lain. Jadi pendengar yang baik itu susah lho…Walopun, mungkin gak semua hal enak didengar, jangan tutup telinga, misalnya kritik. Padahal itu bisa menjadi multivitamin super pahit yang bikin “sehat” hidup kita nantinya.
Skill selanjutnya yaitu speaking, katakanlah yang baik-baik. Ungkapkanlah rasa sayang pada orang-orang yang di sekitar kita. Katakanlah dengan lisan and buktikan dengan tindakan. Jadi inget advice yang luar biasa dari salahsatu guru di SMA yang bunyinya seperti ini: “More acts and less talk are good, but more acts and more talks are better.”
Kemudian, reading: banyak kisah tentang cinta yang bisa kita baca, pahami and finally ambil moral message-nya. Yang terakhir adalah writing, tulis apa saja yang telah dipelajari. Coz manusia itu tempatnya salah dan lupa hehe…
So, di Berjuta Bahasa Cinta, akan ada kisah, baik kisah pribadi atau orang lain yang dikumpulkan langsung dari narasumber maupun mengutip dari buku. Berbagai bahasa cinta yang sungguh luar biasa hikmahnya akan ada disini sebagai pengingat kalo cinta itu masih ada… dalam jutaan dimensi yang berbeda-beda.